Motif Tradisi Batak

ULOS

  • Sejarah

Menurut nenek moyang suku Batak, ada tiga sumber kehangatan yaitu Matahari, Api dan Ulos. Mengingat nenek moyang suku Batak yang tinggal di daerah pegunungan dengan iklim dingin dan sejuk sehingga timbullah keinginan nenek moyang membuat Ulos untuk memenuhi kebutuhan kehangatan mereka. Ulos merupakan kain tenun khas Batak yang dalam konteks inilah Ulos menjadi sumber kehangatan baik kehangatan secara fisik maupun non fisik. Seiring berjalannya waktu, dari sekedar kain pelindung badan, Ulos berkembang menjadi simbol restu, kasih sayang, persatuan dan komunikasi bagi masyarakat Batak.

Tak hanya sebatas hasil kerajinan seni budaya saja, Ulos pun sarat dengan arti dan makna. Ulos dianggap sakral karena merupakan simbol restu, kasih sayang, persatuan dan simbol komunikasi bagi masyarakat adat Batak, sesuai dengan pepatah Batak yang berbunyi “Ijuk pangihot ni hodong, Ulos pangihot ni holong” yang artinya jika ijuk pengikat pelepah pada batangnya maka Ulos pengikat kasih sayang antar sesama. Oleh karena itu, kain tenun Ulos selalu digunakan dalam setiap upacara, kegiatan dan berbagai acara dalam adat Suku Batak.  Misalnya, untuk perkawinan, kelahiran anak, punya rumah baru, sampai upacara kematian.

Ulos Bestli 1

  • Jenis-jenis Ulos

1. Ulos Ragi Idup

Ragi berarti corak, Idup berarti kehidupan. Ulos jenis ini mempunyai warna, lukisan serta coraknya yang memberi kesan sebagai lambang kehidupan. Selain itu, Ulos ini juga sebagai doa restu untuk kebahagiaan hidup terutama dalam hal keturunan (gabe) dan panjang umur (saur matua).

Ulos Bestli 2   Ulos Bestli 3

2. Ulos Ragi Hotang

Ragi berarti corak, Hotang berarti rotan. Ulos ini biasanya diberikan kepada sepasang pengantin yang disebut sebagai Ulos Marjabu dengan maksud agar ikatan batin seperti rotan (hotang). Pada jaman dahulu rotan adalah tali pengikat sebuah benda yang dianggap paling kuat dan ampuh.

Ulos Bestli 4            Ulos Bestli 5

3. Ulos Sibolang

Ulos Sibolang bisa dikatakan simbol duka cita, dipakai juga sebagai Ulos Saput (yang meninggal orang dewasa yang belum punya cucu), dan dipakai sebagai Ulos Tujung (Janda/Duda yang belum punya cucu), dan kemudian pada peristiwa duka cita Ulos ini paling banyak dipergunakan oleh keluarga dekat.

Ulos Bestli 14                          Ulos Bestli 6

4. Dan masih banyak lagi jenis Ulos menurut daerah geografisnya seperti Ulos Silindung, Humbang, Toba dan Simalungun.

Ulos Bestli 7  Ulos Silindung       Ulos Bestli 8 Ulos Toba

Ulos Bestli 9 Ulos Simalungun

GORGA

  • Sejarah

Gorga Batak Toba adalah kesenian ukir ataupun pahat yang biasanya terdapat pada bagian luar (eksterior) rumah adat Batak Toba dan alat kesenian (gendang, serunai, kecapi). Pada umumnya Gorga Batak hanya menggunakan cat tiga warna : merahhitam, dan putih. Gorga ada dekorasi atau hiasan yang dibuat dengan cara memahat kayu, namun sekarang ini sudah sebagian direlif dengan Semen pada rumah-rumah batak permanen dan kemudian mencatnya dengan tiga macam warna.

Bahan-bahan cat untuk pewarna pada zaman dahulu secara alami, Nenek moyang Batak Toba menciptakan catnya sendiri, yakni :

1. Cat Warna Merah diambil dari batu hula, sejenis batu alam yang berwarna merah yang tidak dapat ditemukan disemua daerah. Cara untuk mencarinya pun mempunyai keahlian khusus. Batu inilah ditumbuk menjadi halus seperti tepung dan dicampur dengan sedikit air, lalu dioleskan ke ukiran itu.

2. Cat Warna Putih diambil dari tanah yang berwarna Putih, tanah yang halus dan lunak dalam bahasa Batak disebut Tano Buro. Tano Buro ini digiling sampai halus serta dicampur dengan sedikit air, sehingga tampak seperti cat tembok pada masa kini.

3. Cat Warna Hitam diperbuat dari sejenis tumbuh-tumbuhan yang ditumbuk sampai halus serta dicampur dengan abu periuk atau kuali. Abu itu dikikis dari periuk atau belanga dan dimasukkan ke daun-daunan yang ditumbuk tadi, kemudian digongseng terus menerus sampai menghasilkan seperti cat tembok hitam pada zaman sekarang.

  • Jenis Gorga

1. Gorga Uhir

Gorga yang dipahatkan dengan memakai alat pahat dan setelah siap dipahat baru diwarnai.

2. Gorga Dais

Gorga yang dilukiskan dengan cat.

  • Bentuk Ornament Gorga

1. Gorga Ipon-Ipon

–  Ipon berarti Gigi, tanpa adanya ipon-ipon sangat kurang keindahan dan keharmonisannya.

–  Terdapat dibagian tepi dari Gorga

–  Biasanya Gorga ipon-ipon ini lebarnya antara 2 – 3 cm dipinggir papan dengan kata lain sebagai hiasan tepi yang cukup menarik.

2. Gorga Sitompi

–  Sitompi berasal dari kata tompi, salah satu perkakas Petani yang disangkutkan dileher kerbau pada waktu membajak sawah.

–  Termasuk jenis yang indah di dalam kumpulan Gorga Batak.

3. Gorga Simataniari

–  Gorga yang menggambarkan matahari, terdapat disudut kiri dan kanan rumah.

–  Konon, Gorga ini dibuat karena matahari juga termasuk sumber segala kehidupan, tanpa matahari takkan ada yang dapat hidup.

4. Gorga Desa Naualu (Delapan Penjuru Mata Angin)

–  Desa Naualu artinya Delapan Penjuru Mata Angin

–  Orang Batak dahulu sudah mengenal mata angin. Sebagai pencerminan perasaan akan pentingnya mata angin pada suku Batak maka diperbuatlah dan diwujudkan dalam bentuk Gorga.

–  Gorga ini menggambarkan gambar mata angin yang ditambah hiasan-hiasannya.

5. Gorga Si Marogungogung (Gong)

–   Ogung artinya Gong. Pada zaman dahulu Ogung (gong) merupakan sesuatu benda yang sangat berharga.

6. Gorga Singa-Singa

Singa berarti Raja Hutan, kuat, jago, kokoh, mampu, berwibawa. Tidak semua orang dapat mendirikan rumah Gorga disebabkan oleh berbagai faktor termasuk faktor social ekonomi dan lain-lain. Orang yang mampu mendirikan rumah Gorga Batak jelaslah orang yang mampu dan berwibawa di kampungnya. Itulah sebabnya Gorga Singa dicantumkan di dalam kumpulan Gorga Batak

7. Gorga Jorgom

Ada juga orang menyebutnya Gorga Jorgom atau ada pula menyebutnya Gorga Ulu Singa. Biasa ditempatkan di atas pintu masuk ke rumah, bentuknya mirip binatang dan manusia.

8. Gorga Boras Pati dan Adop Adop

–  Boras Pati sejenis mahluk yang menyerupai kadal atau cicak. Boras Pati jarang kelihatan atau menampakkan diri, biasanya kalau Boras Pati sering nampak, itu menandakan tanam-tanaman menjadi subur dan panen berhasil baik yang menuju kekayaan (hamoraon).

–  Gorga Boras Pati dikombinasikan dengan tetek (susu, tarus). Bagi orang Batak pandangan terhadap susu (tetek) mempunyai arti khusus dimana tetek yang besar dan deras airnya pertanda anaknya sehat dan banyak atau punya keturunan banyak (gabe).

–  Kombinasi Boras Pati susu (tetek) adalah perlambang Hagabeon, Hamoraon sebagai idaman orang Batak.

9.  Gorga Ulu Paung

–  Ulu Paung terdapat di puncak rumah Gorga Batak. Tanpa Ulu Paung rumah Gorga Batak menjadi kurang gagah.

–  Disamping sebagai memperindah rumah, konon Ulu Paung juga berfungsi untuk melawan begu ladang (setan) yang datang dari luar kampung.

10. Masih banyak lagi gambar-gambar yang terdapat pada dinding atau bahagian muka dari rumah Batak yang sangat erat hubungannya dengan sejarah kepribadian si pemilik rumah.

Ulos Bestli 13

Ulos Bestli 10

Ulos Bestli 11

Ulos Bestli 12

– Best Leader Nababan –

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s